Kami membuka kesempatan bekerja sama untuk pembukaan cabang baru di Bandung.
Hubungi kami!
Tuesday, April 26, 2011
Monday, March 28, 2011
Lendir Bekicot Digunakan untuk Penghilang Keriput
Bogota, Karena hampir setiap perempuan mendambakan kulit cantik, maka beraneka produk perawatan kulit banyak ditawarkan. Sebagian di antaranya terdengar tidak masuk akal dan agak menjijikkan, salah satunya krim pelembab dari lendir bekicot.
Krim yang dikembangkan oleh Laboratorios Lissia di Colombia ini mengandung 20-80 persen ekstrak lendir bekicot. Bahan bakunya bukan dari bekicot liar, melainkan bekicot yang dibudidayakan di akuarium khusus agar menghasilkan lendir lebih banyak.
Lendir bekicot memang sejak lama dipercaya mengandung nutrisi tertentu yang bisa mengatasi efek penuaan. Nutrisi tersebut bisa melembabkan kulit, serta mengencangkannya sehingga dapat menyamarkan kerutan-kerutan di permukaan wajah.
Kandungan penting yang terdapat dalam lendir bekicot antara lain glycosaminoglycan (GAG) yang mengikat senyawa copper peptide di dalamnya. Secara teori, kedua senyawa ini memang sama-sama bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kelembaban kulit.
Glycosaminoglycan merupakan sejenis karbohidrat yang memegang peran penting dalam menjaga jaringan penghubung antar sel sehingga kulit selalu tampak lebih kencang. Senyawa ini juga termasuk komponen penyusun hyalorunat, yakni senyawa yang menjaga kelembaban kulit.
Sementara copper peptide merupakan senyawa yang merangsang pembentukan kolagen di kulit. Berbagai penelitian membuktikan, copper peptide memegang peran penting dalam proses penyembuhan luka yakni merangsang pembentukan sel-sel baru untuk menggantikan sel yang rusak.
Meski demikian, beberapa penelitian yang lain mengungkap efek samping dari penggunaan copper peptide secara berlebihan. Bukannya menghaluskan kulit, penggunaan yang berlebihan justru memicu produksi metalloproteinase yang melemahkan jaringan kulit sehingga tampak kendur.
Dikutip dari The Sun, Selasa (29/3/2011), krim bekicot yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp 139.000 tiap kemasannya ini bukan satu-satunya produk unik yang dikembangkan Laboratorios Lissia. Sebelumnya, laboratorium kecantikan ini juga membuat produk antikeriput dengan bahan dasar bisa ular.
Dalam waktu dekat, laboratorium ini bahkan akan mengembangkan produk perawatan kulit berupa scrub berisi serbuk berlian. Produk yang digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati ini nantinya akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 836.000 tiap paket.
Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/29/100259/1603400/763/lendir-bekicot-digunakan-untuk-penghilang-keriput?l991101755
Bogota, Karena hampir setiap perempuan mendambakan kulit cantik, maka beraneka produk perawatan kulit banyak ditawarkan. Sebagian di antaranya terdengar tidak masuk akal dan agak menjijikkan, salah satunya krim pelembab dari lendir bekicot.
Krim yang dikembangkan oleh Laboratorios Lissia di Colombia ini mengandung 20-80 persen ekstrak lendir bekicot. Bahan bakunya bukan dari bekicot liar, melainkan bekicot yang dibudidayakan di akuarium khusus agar menghasilkan lendir lebih banyak.
Lendir bekicot memang sejak lama dipercaya mengandung nutrisi tertentu yang bisa mengatasi efek penuaan. Nutrisi tersebut bisa melembabkan kulit, serta mengencangkannya sehingga dapat menyamarkan kerutan-kerutan di permukaan wajah.
Kandungan penting yang terdapat dalam lendir bekicot antara lain glycosaminoglycan (GAG) yang mengikat senyawa copper peptide di dalamnya. Secara teori, kedua senyawa ini memang sama-sama bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kelembaban kulit.
Glycosaminoglycan merupakan sejenis karbohidrat yang memegang peran penting dalam menjaga jaringan penghubung antar sel sehingga kulit selalu tampak lebih kencang. Senyawa ini juga termasuk komponen penyusun hyalorunat, yakni senyawa yang menjaga kelembaban kulit.
Sementara copper peptide merupakan senyawa yang merangsang pembentukan kolagen di kulit. Berbagai penelitian membuktikan, copper peptide memegang peran penting dalam proses penyembuhan luka yakni merangsang pembentukan sel-sel baru untuk menggantikan sel yang rusak.
Meski demikian, beberapa penelitian yang lain mengungkap efek samping dari penggunaan copper peptide secara berlebihan. Bukannya menghaluskan kulit, penggunaan yang berlebihan justru memicu produksi metalloproteinase yang melemahkan jaringan kulit sehingga tampak kendur.
Dikutip dari The Sun, Selasa (29/3/2011), krim bekicot yang dipasarkan dengan harga sekitar Rp 139.000 tiap kemasannya ini bukan satu-satunya produk unik yang dikembangkan Laboratorios Lissia. Sebelumnya, laboratorium kecantikan ini juga membuat produk antikeriput dengan bahan dasar bisa ular.
Dalam waktu dekat, laboratorium ini bahkan akan mengembangkan produk perawatan kulit berupa scrub berisi serbuk berlian. Produk yang digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati ini nantinya akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 836.000 tiap paket.
Sumber : http://health.detik.com/read/2011/03/29/100259/1603400/763/lendir-bekicot-digunakan-untuk-penghilang-keriput?l991101755
Wednesday, March 23, 2011
Mengenal Makronutrien di dalam Tutut
Seperti disinggung di dalam artikel ini sebelumnya. Tutut kaya mengandung makronutrien. Apa itu makronutrien ? Makronutrien merupakan sumber energi yang digunakan untuk beraktivitas, pertunbuhan, perkembangan, dan pergantian sel-sel yang rusak. Kelompok nutrisi makronutrient adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Untuk manusia, kebutuhan makronutrient lebih banyak daripada mikronutrient. Makronutrien yang dibutuhkan dalam jumlah banyak karena memegang fungsi penting yang utama yakni sumber energi.
Fungsi utama Makronutrien adalah untuk menyediakan energi, dihitung sebagai kalori. Karbohidrat menyediakan 4 kalori per gram, protein juga 4 kalori per gram sementara lemak menyediakan 9 kalori per gram. Makronutrien juga memiliki peran khusus dalam menjaga tubuh dan berkontribusi pada tekstur, rasa dan penampilan makanan, yang membantu untuk membuat makanan lebih bervariasi dan menarik untuk dinikmati.
Berikut ini 3 fungsi utama dari makronutrien
| Menyediakan Energi | Berguna untuk Pertumbuhan dan Perkembangan | Mengatur fungsi-fungsi tubuh |
| Karbohidrat | Protein | Protein |
| Protein | Lemak | Lemak |
| Lemak | Vitamin | Vitamin |
| Mineral | Mineral | |
| Air | Air |
Friday, May 28, 2010
Tutut Bergizi Tinggi, Berprotein dan Sehat!
Hmm… ternyata, setelah surfing sana surfing sini, banyak didapat hasil kalau keong sawah ini mengandung zat gizi makronutrien, berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor keong sawah dewasa dapat mencapai 4-5 gram. Selain makronutrien, keong sawah ini juga mengandung mikronutrien yang berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia.
Terus bagaimana dengan kolesterol? Biasanya ini pertanyaan paling umum untuk menimbang sebuah makanan, apakah bisa dikonsumsi secara bebas, maksudnya gak pake mikir-mikir bagi yang sedang diet.
Tenang!Hasil penelitian untuk kandungan nutrisi keong sawah ini menyatakan bahwa keong sawah kaya akan protein dan rendah lemak. Diperkirakan keong mengandung 15% protein, 2.4% lemak dan sekitar 80% air. Ini juga yang membuat keong sawah menjadi makanan alternatif kesehatan. Selain itu keong juga kaya kandungan essential fatty acids seperti linoleic acids dan linolenic acids. Sebuah studi menyebutkan bahwa 75% lemak di tubuh keong adalah unsaturated fatty acids. Artinya lemak yang baik dan dibutuhkan tubuh.
Herewith, I also posted in English version taken from http://www.applesnail.net/
The nutritional value of apple snails is relatively high. More precisely, the protein content of apple snail can make them a good protein source for humans.
For example the protein value of Pomacea haustrum is reported to be 72.9% for humans. In practise this means that out of 100 gram snail protein, 72.9 gram human body proteins can be made.
To understand this (skip this if you have a good knowledge about proteins), one has to know that proteins are made of chains of amino acids, and that there are 20 different amino possible acids in both snail as well human proteins. The ratio of each amino acid to the whole mass of proteins in the body differs from snails and humans. So if one eats apple snail meat, the human body cannot use all amino acids, simply because some amino acids are in overload and others are less available in comparison with the amino acid content of human proteins. The unused amino acids cannot be stored in the body, and will be degraded and used an energy source.
To understand this (skip this if you have a good knowledge about proteins), one has to know that proteins are made of chains of amino acids, and that there are 20 different amino possible acids in both snail as well human proteins. The ratio of each amino acid to the whole mass of proteins in the body differs from snails and humans. So if one eats apple snail meat, the human body cannot use all amino acids, simply because some amino acids are in overload and others are less available in comparison with the amino acid content of human proteins. The unused amino acids cannot be stored in the body, and will be degraded and used an energy source.
An example (not realistic) to illustrate this: if apple snail proteins are made of 10% amino acid A and 90% amino acid B and human proteins consist of 50% A and 50%B, then a human can only make 20gr proteins from 100gr snail proteins. This because 100gr snail protein in this example contains 10gr A and 90gr B, and a human will only use an equal amount of A and B (50%A, 50%B), so for 10gr A, a human will use 10gr B, resulting in 20gr protein.
Labels:
Apakah Tutut itu ?
Thursday, May 27, 2010
Ingin Mencoba Nikmatnya Ngecrok Tutut?
Bandung - Crok! Tutut pun langsung keluar dari cangkangnya dan masuk ke mulut anda. Dikecrok, begitulah cara orang sunda makan tutut. Namun jika anda tidak terbiasa, anda bisa mengeluarkan tutut dari cangkangnya dengan menggunakan tusuk gigi.
Iyan (25) misalnya, salah seorang pelanggan Kedai Getek ini lebih suka menikmati tutut yang masih bercangkang. Meski harus menggunakan bantuan tusuk gigi untuk mengeluarkan daging tutut.
"Nikmatnya itu saat lagi ngecroknya," ungkap Iyan.
Istilah ngecrok mungkin hanya dikenal oleh orang Sunda. Ngecrok, salah satu cara makan tutut dengan menyedot daging tutut oleh mulut agar keluar dari cangkang.
Tarikan udara yang keluar dari mulut pelan-pelan akan mengeluarkan si daging tutut tadi. Dengan bantuan tusuk gigi akan lebih mudah menarik tutut keluar.
Memang akan membutuhkan waktu lama menghabiskan satu porsi tutut bercangkang. Seperti makan kwaci, satu per satu tutut yang dimakan. Tapi inilah cara menikmati makanan dengan cara yang berbeda.
Saat ngecrok, sekaligus akan menghisap bumbu-bumbu yang menyerap di dalam cangkang tutut sehingga cita rasanya tidak ada yang tertinggal. Bagaimana, tertarik untuk ikut ngecrok juga?(ema/avi)http://bandung.detik.com/read/2010/04/08/105401/1334457/671/ingin-mencoba-nikmatnya-ngecrok-tutut
Iyan (25) misalnya, salah seorang pelanggan Kedai Getek ini lebih suka menikmati tutut yang masih bercangkang. Meski harus menggunakan bantuan tusuk gigi untuk mengeluarkan daging tutut.
"Nikmatnya itu saat lagi ngecroknya," ungkap Iyan.
Istilah ngecrok mungkin hanya dikenal oleh orang Sunda. Ngecrok, salah satu cara makan tutut dengan menyedot daging tutut oleh mulut agar keluar dari cangkang.
Tarikan udara yang keluar dari mulut pelan-pelan akan mengeluarkan si daging tutut tadi. Dengan bantuan tusuk gigi akan lebih mudah menarik tutut keluar.
Memang akan membutuhkan waktu lama menghabiskan satu porsi tutut bercangkang. Seperti makan kwaci, satu per satu tutut yang dimakan. Tapi inilah cara menikmati makanan dengan cara yang berbeda.
Saat ngecrok, sekaligus akan menghisap bumbu-bumbu yang menyerap di dalam cangkang tutut sehingga cita rasanya tidak ada yang tertinggal. Bagaimana, tertarik untuk ikut ngecrok juga?(ema/avi)http://bandung.detik.com/read/2010/04/08/105401/1334457/671/ingin-mencoba-nikmatnya-ngecrok-tutut
Labels:
Apakah Tutut itu ?
kami berbeda dengan Tutut lainnya !
Pada umumnya pelanggan kami sangat puas menyantap makanan kami. Kekuatan masakan kami ada pada kebersihan tutut dan bumbu kuning yang khas. Tidak seperti masakan tutut lain yang kurang menjaga kebersihan pengolahan tutut, TUTUT MEKARWANGI diolah dengan proses yang cukup lama.
Diawali dengan proses pembersihan tutut, kemudian dilanjutkan dengan perendaman dengan tehnik khusus sehingga membuat kotoran dan lendir terbuang dengan sempurna. Tutut pun diinapkan dengan jangka waktu tertentu. Proses ini benar-benar kami perhatikan untuk menjaga kebersihan.
Tidak cukup sampai di situ, TUTUT MEKARWANGI diolah melewati lebih dari satu kali proses pemasakan. Selain agar bumbu karuhun meresap, juga hal itu dimaksudkan agar tutut lebih tahan lama dan tidak cepat basi.
TUTUT MEKARWANGI pun diolah dengan begitu memperhatikan kemudahan pelanggan untuk menyantapnya. Kami menyingkirkan anggapan seolah-olah tutut dimakan dengan cara yang sulit dan tidak mudah. Namun, dengan proses pembersihan yang teliti kami membuat tutut menjadi mudah dan enak untuk dimakan.
Labels:
Mengenal tutut Mekarwangi
Sejarah Berdirinya TUTUT MEKARWANGI
Pada awalnya, usaha keluarga ini dimulai dengan hobi dan bakat dari sang pemilik resep, Narsih untuk mengolah makanan tradisional dengan citarasa disesuaikan dengan lidah masyarakat Sunda. Pada awal tahun 2008, munculah ide untuk mengolah tutut. Dimulai dengan sedikit coba-coba untuk meracik bumbu yang pas di lidah. Akhirnya, masakan tutut kami dapat disajikan dengan bumbu yang berbeda dengan olahan makanan tutut yang lain
Kami membuka stand makanan pertama kami di food Court Kukuruyuk di Mekarwangi. Sehingga, kami akhirnya memutuskan nama MEKARWANGI untuk dipakai sebagai nama stand kami. Perjalanan mengolah makanan di food court ini tidaklah semulus yang kami bayangkan.
Dengan tekad yang kuat dan semangat yang tiada lelah kami memutuskan untuk membuka lagi stand kami di Plaza IBCC di Jalan Ahmad Yani. Di sinilah sambutan masyarakat Bandung terasa sangat positif. di mana penjualan kami tiap bulannya terus meningkat
kini, Tutut mekarwangi terus bergerak maju dan telah membuka stand baru nya untuk memuaskan lidah para pencinta kuliner tradisional sunda ini. kunjungi kami di :
• Plaza IBCC, Jalan Ahmad Yani, Bandung
• Food Court Pujasera Merdeka, Jalan Merdeka 27, Bandung (sebrang Mall BIP Bandung)\
• Gerobak Food Court Giant Pasteur (sebrang Griya Pasteur)
Labels:
sejarah Tutut Mekarwangi





